Teknologi Dorong Inklusi dan Literasi Pasar Modal Indonesia

Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai pentingnya peran teknologi dalam mendorong inklusi dan literasi pasar modal di era digital. INITOGEL Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy, mengatakan di era digital saat ini peran teknologi tentu menjadi kunci dalam memperluas inklusi dan literasi di pasar modal.

“Kemudian akses informasi dan melakukan transaksi baik secara digital maupun secara online dapat membuka jalan yang lebih luas bagi para investor dan juga masyarakat kita untuk dapat berpartisipasi di pasar modal,” ujar Irvan dalam sambutannya pada acara Event Launching Program & Press Conference SimVersary Investors League 2025, di Main Hall BEI, Jumat (1/8/2025).

Irvan menyampaikan per Juli 2025, jumlah investor di pasar modal Indonesia telah mencapai lebih dari 17 juta orang. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sekitar 2,5 juta investor dibandingkan tahun 2024. Menariknya, mayoritas investor berasal dari kalangan muda.

Menurut Irvan, tren ini menjadi sinyal positif bagi masa depan industri keuangan karena menunjukkan semakin banyaknya generasi muda yang teredukasi dengan baik.

“Hal ini merupakan suatu berita yang menggembirakan karena banyak investor kita masih berusia muda dan memiliki potensi yang besar dan ini juga merupakan suatu pertanda bahwa edukasi yang dilakukan sudah mulai menuai hasil dengan banyaknya investor yang semakin memahami tentang industri keuangan,” ungkapnya.

Sebagai bentuk komitmen, BEI terus menjalankan program edukasi secara masif setiap tahun.

“Oleh karena itu, Bursa Efek Indonesia menjadikan literasi dan edukasi keuangan sebagai salah satu program strategis kami melalui ribuan program edukasi yang kami buat setiap tahunnya,” tutup Irvan.

BEI Optimistis IHSG Capai 8.000, Bank Dianggap Bisa Jadi Motor Penggerak

IHSG Ditutup Melemah, Transaksi Perdagangan Capai Rp14,44 Triliun

Transaksi perdagangan mencapai Rp14,44 triliun dari 33,3 miliar saham yang diperdagangkan.

Bursa Efek Indonesia (BEI) optimis terhadap potensi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menembus level 8.000 di tengah tren penguatan dalam beberapa pekan terakhir.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy, menilai sektor perbankan bisa jadi pendorong IHSG karena sejauh ini pergerakan saham perbankan masih relatif terbatas. Namun, ia berharap sektor ini dapat menjadi katalis utama dalam penguatan indeks ke depan.

“Jadi mudah-mudahan itu bisa nge-boost kita. Kalau kita perhatikan kan bank belum banyak bergerak ya. Ya makanya mudah-mudahan lah bank akan jadi motor pergerakan indeks,” ujarn Irvan di Gedung BEI, Jumat (1/8/2025).

Tren Positif

Ia menyoroti kinerja IHSG yang menunjukkan tren positif dalam beberapa minggu terakhir, termasuk kenaikan pada hari ini. Faktor eksternal seperti kepastian tarif juga turut memberikan dorongan terhadap pasar.

“Ya kan sekarang Alhamdulillah kan beberapa minggu ya. Minggu terakhir ini kan bagus ya indeks kita. Hari ini kan ada soal tarif. Mudah-mudahan ga ada perubahan. Ini juga bisa nge-boost indeks. Hari ini juga naik. Lumayan. Ya kita berharap kondisi emiten kita juga bagus ya,” jelas Irvan.

Sumber : Doktersehat99.id