Beijing Sedikitnya sembilan orang tewas akibat banjir bandang di China utara, menurut laporan media INITOGEL pemerintah pada Minggu (17/8/2025).
Empat orang lainnya masih hilang, sementara topan Monsoon Asia Timur terus memicu kekacauan atmosfer di negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia itu.
Tanggul sungai yang melintasi padang rumput di wilayah Mongolia Dalam jebol sekitar pukul 22.00 waktu setempat pada Sabtu (16/8).
Peristiwa tersebut menyeret 13 orang yang sedang berkemah di pinggiran Kota Bayannur, pusat pertanian utama, demikian laporan media setempat.
Operasi pencarian dan penyelamatan yang melibatkan lebih dari 700 orang kini sedang berlangsung, menurut kantor berita Xinhua.
Satu orang berhasil diselamatkan, dilansir dari Straits Times, Senin (18/8).
Cuaca Ekstrem
Simak penjelasan terkait TMC yang kerap dilakukan di Indonesia saat cuaca sedang ekstrem. (pexels.com/Tom Fisk)
China telah mengalami cuaca ekstrem selama beberapa pekan sejak Juli, dengan curah hujan yang lebih deras dari biasanya akibat monsoon yang terhenti di wilayah utara dan selatan.
Para ahli cuaca mengaitkan pola pergeseran ini dengan perubahan iklim, yang menguji pemerintah karena banjir bandang telah memaksa ribuan orang mengungsi dan mengancam kerugian ekonomi hingga miliaran dolar.
Bayannur merupakan pusat produksi nasional untuk biji-bijian dan minyak, sekaligus pusat pengembangbiakan dan pengolahan domba.
Di bagian lain negeri itu, larangan melaut selama tiga setengah bulan di Provinsi Hainan, China selatan, berakhir pada Sabtu (16/8).
Media pemerintah melaporkan, sebelumnya kapal-kapal diperintahkan berlindung di pelabuhan akibat hujan deras yang terus berlangsung.
Bencana di Mongolia Dalam ini terjadi setelah hujan lebat mematikan di Beijing, sekitar 1.000 kilometer jauhnya, akhir bulan lalu.
Banjir di ibu kota menewaskan sedikitnya 44 orang dan memaksa lebih dari 70 ribu warga dievakuasi.
Pemerintah pusat China pekan lalu mengumumkan pendanaan baru senilai 430 juta yuan (Rp962 juta) untuk bantuan bencana, sehingga total dana yang digelontorkan sejak April mencapai setidaknya 5,8 miliar yuan (Rp13 miliar).
Sumber : Doktersehat99.id