Seratusan Rumah di Kurao Pagang Terendam Banjir, Warga Bertahan di Tengah Genangan

Padang, Sumatera Barat (initogel) — Air berwarna cokelat itu mengalir pelan namun pasti, masuk ke halaman rumah, merambat ke ruang tamu, lalu menggenangi dapur dan kamar. Di Kurao Pagang, salah satu kawasan padat penduduk di Kota Padang, sekitar seratus rumah terendam banjir setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama berjam-jam.

Bagi warga, malam itu menjadi malam yang panjang. Sebagian memilih bertahan di rumah sambil meninggikan barang-barang, sementara yang lain bersiap mengungsi jika air terus naik.

Hujan Panjang, Air Tak Tertahan

Banjir mulai terjadi setelah intensitas hujan meningkat sejak sore. Saluran drainase yang tak mampu menampung debit air membuat genangan meluas dengan cepat. Dalam waktu singkat, air setinggi betis hingga lutut orang dewasa menguasai jalan-jalan lingkungan.

“Kami kira hujan biasa,” ujar Ibu Nila, warga setempat. “Ternyata air naik terus. Tidak sempat menyelamatkan banyak barang.”

Motor-motor dinaikkan ke teras, perabot dipindahkan ke tempat lebih tinggi, dan listrik dimatikan sebagai langkah pengamanan.

Aktivitas Lumpuh, Warga Siaga

Genangan air membuat aktivitas warga praktis lumpuh. Anak-anak tidak bisa keluar rumah, akses kendaraan terhambat, dan sebagian warga memilih berjaga hingga dini hari untuk memantau ketinggian air.

Meski belum seluruh warga mengungsi, suasana siaga terasa kuat. Tas berisi dokumen penting dan pakaian disiapkan, antisipasi jika kondisi memburuk.

“Kalau hujan turun lagi, kami siap keluar,” kata Andri, warga lainnya.

Banjir yang Berulang

Bagi masyarakat Kurao Pagang, banjir bukan kejadian pertama. Kawasan ini dikenal rawan genangan saat hujan deras berlangsung lama. Permukiman yang padat, minimnya daerah resapan, serta drainase yang terbatas membuat air sulit surut dengan cepat.

Setiap musim hujan, warga hidup dengan kewaspadaan. Mereka sudah hafal tanda-tanda awal banjir dan saling mengingatkan melalui komunikasi lingkungan.

“Kami sudah biasa waspada,” ujar seorang warga. “Tapi tetap saja capek kalau sering kejadian.”

Solidaritas di Tengah Genangan

Di tengah kesulitan, solidaritas warga terlihat jelas. Tetangga saling membantu memindahkan barang, membagikan makanan, dan menjaga anak-anak. Beberapa rumah yang lantainya lebih tinggi menjadi tempat singgah sementara.

“Kalau tidak saling bantu, pasti lebih berat,” kata Pak Rudi, warga setempat.

Kebersamaan menjadi kekuatan utama saat air menguasai ruang hidup mereka.

Menunggu Air Surut

Hingga kondisi terakhir, warga masih menunggu air surut sambil terus memantau cuaca. Harapan sederhana mereka adalah hujan berhenti dan genangan segera menghilang, agar aktivitas bisa kembali berjalan dan rumah dapat dibersihkan dari lumpur sisa banjir.

Namun di balik harapan itu, terselip kekhawatiran jangka panjang. Warga berharap ada solusi nyata agar banjir tidak terus berulang setiap musim hujan tiba.

Bertahan dengan Harapan

Di Kurao Pagang, banjir tidak hanya merendam rumah, tetapi juga menguji kesabaran. Namun di antara genangan air dan malam yang basah, warga tetap bertahan—dengan kewaspadaan, kebersamaan, dan harapan bahwa esok hari akan lebih kering dari hari ini.

Karena bagi mereka, rumah bukan hanya bangunan, melainkan tempat hidup yang terus diperjuangkan, meski harus berkali-kali berhadapan dengan air yang datang tanpa diundang.